Hitungan Pembaca

Rabu, 20 Maret 2013

Hobbi Berbisnis

Menjalankan aktivitas suatu hobi merupakan kegiatan yang menggunakan waktu luang untuk menjadi waktu tersebut lebih bermanfaat. Dan jangan heran jika waktu luang tersebut berubah menjadi waktu super sibuk.  Walaupun demikian aktifitas hobi tetaplah menyenangkan. Kesibukan dalam menjalankan aktifitas hobi biasanya tidak hanya sekedar mencari uang saja, karena sebagian besar waktu anda dalam sehari habis di tempat kerja, maka sangat disarankan untuk menjalankan aktivitas hobi yang membuat anda betah dan nyaman. Dengan melakukan perkerjaan yang anda sukai, tidak hanya berpengaruh pada psikologis anda tetapi juga mempengaruhi etos kerja anda. Karena apapun yang anda kerjakan dari hati, maka akan memberikan hasil yang maksimal bagi bagi diri anda maupun bagi hasil pekerjaan anda, bahkan akan menjadi loyalitas terhadap pekerjaannya.
Hobi berbisnis misalkan, dapat menciptakan inspirasi dan mengatur keadaan yang ada, dengan bakat maupun kemampuan yang terlatih dalam menjalankan bisnis tersebut . Dengan bisnis kita akan menjadi seseorang yang berarti dan tidak menjadi  kehidupannya yang hanya hidup untuk mencukupi dirinya sendiri , bahkan dengan hobi berbisnis kitapun akan berguna bagi orang lain dan bersosialisasi dengan masyarakat. Sebagai contoh Tak sedikit karyawan yang senang berbisnis sampingan untuk menambah penghasilan keluarga. Mereka umumnya membawa dagangan ke perusahaan tempatnya bekerja, kemudian dijual kepada rekan-rekan kerjanya. Sebagian melakoni bisnisnya dengan serius, tetapi ada juga yang hanya sekadar menyalurkan hobinya untuk berbisnis.
Dalam buku yang berjudul Mendulang Rezeki Bermodal Hobi karya Muhammad Musrofi, dipaparkan bahwa sekurang-kurangnya ada tujuh hal yang dapat dijadikan alasan mengapa hobi memiliki kemungkinan besar untuk sukses dijadikan sebagai sebuah bisnis. Ketujuh hal itu, adalah:

1. Ide Bisnis dari Hobi adalah Ekspresi Bakat
Stanley, melalui penelitiannya dalam bidang usaha menunjukkan bahwa 81% pengusaha dan profesional sukses memilih profesi usaha atau jenis pekerjaan yang mereka geluti disesuaikan dengan kemungkinan penggunaan kemampuan atau bakat mereka sepenuhnya. Persoalannya adalah terkadang tidak banyak yang bisa benar-benar mengaktualkan bakatnya dalam bentuk usaha tertentu. Bahkan, banyak orang yang tidak mengatahui bakat yang ia miliki.

Padahal, menurut Jaelani setiap orang pasti memiliki bakat atau hobi khusus tertentu. Sedikit saja ia diberi perhatian lalu dikembangkan maka akan sangat bisa mendatangkan penghasilan. Sehubungan dengan bakat, Leiden dan Shapiro pernah berkata; "Lakukanlah apa yang
Anda sukai, besar kemungkinan pekerjaan yang Anda lakukan akan sesuai dengan bakat anda". Jadi, boleh dikatakan bahwa sesungguhnya sangatlah ideal apabila seseorang dalam melakukan aktifitas usahanya adalah gambaran dari bakat atau potensinya.

2. Bisnis dengan Hobi akan Menimbulkan Ketekunan
Kiranya, semua akan bersepakat bahwa ketekunan adalah salah satu kunci kesuksesan. Bahkan, fisikawan Albert Einstein pernah berkata; "Saya tidak jenius, saya hanya tekun", beliau adalah salah satu gambaran sukses yang lahir dari sebuah ketekunan. Pertanyaannya adalah mengapa bisa tekun? Jawabannya bisa bermacam-macam, salah satunya adalah orang yang bisnis dengan hobi akan lebih mencintai pekerjaannya, dari kecintaan itulah akan lahir ketekunan.

Berbicara tentang ketekunan, sepertinya tidak ada yang mampu mengalahkan ketekunan seorang Thomas Alva Edison. Lewat pernyataannya yang terkenal "Genius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat", ia mengajak kita untuk selalu bersikap tekun dalam mengerjakan sesuatu. Dan inilah yang ia praktekkan disepanjang karirnya. Tahukah anda, Edison membutuhkan 10.000 kali percobaan untuk sampai kepada 1 penemuan lampu pijar. Wow, sungguh luar biasa.

3. Lebih Kreatif karena Bisnis dari Hobi
Selain ketekunan, alasan lain mengapa bisnis dari hobi bisa sukses adalah lahirnya sikap kreatif. Tentunya, tanpa kreativitas tidak akan muncul gagasan ataupun ide baru dalam berbisnis. Padahal gagasan dan ide sangat diperlukan untuk inovasi. Jadi, orang yang berbisnis dari hobi besar kemungkinan untuk sukses karena mereka sudah memiliki kreativitas.

4. Penguasaan Bisnis yang Lebih Baik
Penguasaan terhadap proses usaha merupakan salah satu kunci sukses dalam dunia bisnis. Orang yang mencintai pekerjaan atau usahanya cenderung mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, dikarenakan keasyikan melakukan bisnis yang digeluti. Rasa ingin tahu itu selanjutnya membuatnya menggebu-gebu untuk mencoba dan terus mencoba, sehingga dengan sendirinya ia akan menguasai proses-proses yang terjadi pada objek yang ia tekuni. Seperti kata bapak Tenri Abeng; "Apabila Anda ingin berhasil dalam suatu bisnis, kuasailah proses-proses yang terjadi pada bisnis tersebut". 

5. Mampu Menghasilkan Barang atau Jasa yang Unik
Unik berarti berbeda dari hal lainnya. Keunikan merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing usaha dan sebagai nilai tambah bagi suatu jenis usaha atau bisnis. Keunikan juga dapat berarti adanya unsur baru yang menjadi pembeda dari yang sudah ada. Syarat pokok munculnya sebuah keunikan adalah adanya kreativitas.

6. Mempengaruhi Orang untuk Berpikir Keuntungan Jangka Panjang
Umumntya, orang yang berbisnis dengan hobi cenderung lebih mementingkan usahanya berjalan lebih dahulu tanpa memperdulikan apakah usahanya itu mengalami untung atau rugi. Jadi, usahanya akan bertahan lebih lama. Karena, rata-rata pelaku bisnis tergoda untuk menutup usahanya disebabkan oleh minimnya potensi keuntungan yang dapat diraih. Pelaku bisnis dari hobi akan tahan dari godaan ini. 

7. Menghasilkan Produk yang Berkualitas
Pelaku bisnis dari hobi berpotensi menghasilkan produk dengan mutu tinggi. Sebab, ia asyik, tekun, kreatif, dan benar-benar menguasai proses bisnis yang dijalankannya. Semuanya merupakan prasyarat untuk menghasilkan produk yang bermutu. Pelaku bisnis dari hobi terlihat lebih antusias dalam menjalankan bisnisnya, dan lebih serius dalam mengerjakan produknya.

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam pengertian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dari penjelasan di atas maka dalam memulai hobi dalam berbisnis dapat kita siapkan yaitu :
1.            Mengetahui hobi anda sendiri, Dengan mengetahui hobi anda sendiri maka anda tidak akan ragu dalam menjalankan bisnis anda, bahkan akan meningkatkan kepercayaan diri anda dalam mengelola bisnis tersebut. Karena dalam hal ini kepercayaan adalah hal terpenting, sehingga kita akan menjiwai dalam berbisnis Dan pilih hobi yang menjual dan disukai banyak orang. Semakin banyak orang yang menyukai hobi tersebut, maka semakin besar pula peluang pasar yang bisa Anda bidik untuk mendatangkan tambahan penghasilan.
2.            Kenali pasar Anda
Sebelum memulai bisnis baru, ada baiknya Anda mencari tahu seperti apa target pasar bisnis yang akan dijalankan. Apakah pasar sasaran tersebut ada? Jika Anda tidak melakukannya, modal bisnis yang telah dikeluarkan bisa jadi akan sia-sia.Karenanya, menurut Sandra Altner, CEO dari Women’s Enterprise Centre of Manitoba,  mulailah riset Anda dengan melakukan hal berikut:
  • Sekecil atau sebesar apapun bisnis Anda, membuat rencana bisnis sangatlah penting. Selain bisa mengenal pasar sasaran, Anda pun jadi  tahu siapakah yang menjadi kompetitor bisnis dan akhirnya dapat menentukan harga jual yang cocok serta bersaing.
  • Walaupun Anda sudah tahu skill mengolah hobi Anda, belum tentu Anda tahu tentang mengelola sebuah bisnis. Nah, jika Anda belum punya dasar mengelolanya, ada baiknya Anda mengikuti kursus singkat tentang bisnis atau berkonsultasi dengan pebisnis yang sudah sukses.

3.      Peka dan cermat melihat peluang!
Bersiaplah untuk bertemu dengan pasang surut dunia bisnis. Apa yang terjadi di sekeliling seperti harga BBM dan sembako yang naik atau turun, bisa memberikan efek terhadap bisnis yang sedang Anda jalankan. Karenanya, Anda harus sadar akan hal itu!
Apalagi, kondisi keuangan bisnis akan sangat dipengaruhi oleh beberapa hal tersebut.
Brian Dougherty, seorang pensiunan yang memulai bisnis fotografi menyarankan para pebisnis untuk selalu membuat investasi kecil di luar bisnis yang menjadi fokus utama, sehingga bisa saling menopang kelancaran dari bisnis yang dijalankan.
4.      Jangan Terburu-buru!
Karena pada awalnya Andalah yang akan menjalankan bisnis, cermatilah perihal waktu. Jangan langsung paksakan diri untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan mengambil order pekerjaan yang akan sangat menyita waktu pada saat bisnis Anda baru saja dimulai.
Altner menambahkan,  sebagai permulaan, pilihlah pekerjaan atau orderan yang ringan-ringan saja. Janganlah membuat bisnis baru sesibuk pekerjaan lama Anda. Apalagi masih banyak hal-hal yang harus Anda pelajari terlebih dahulu.
5.   Mengidentifikasi Dream, Visi, Tujuan, dan Misi
Sering kali, ini 4 kriteria yang paling diabaikan. Namun, mereka yang paling penting karena mereka adalah jantung dan jiwa dari setiap perusahaan yang dibuat. Benar mengidentifikasi ini 4 kriteria dan tidak hanya akan bisnis Anda berarti dunia bagi Anda, tetapi akan berdampak positif dan membantu karyawan Anda, vendor, dan dunia mengerti bahwa perusahaan Anda diciptakan bukan hanya untuk membuat keuntungan, tetapi untuk manfaat dunia dengan cara yang positif.

Dalam membangun bisnis berdasarkan hobi hal yang harus kita lakukan adalah :

1. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah cermat untuk melihat peluang bisnis menguntungkan yang ada dalam hobi kita.

2. Yang tidak kalah penting adalah faktor kepercayaan diri, disinilah faktor yang membuat kita tidak pernah terjun dalam dunia bisnis dan membangun bisnis sendiri karena ketidakpercayaan diri, maka faktor kepercayaan adalah hal penting bagi diri kita untuk mulai membangun bisnis.

3. Jika masih belum ada kepercayaan diri dalam diri anda, maka solusinya mungkin mengajak teman yang punya hobby sama. Karena anda dapat bekerja secara tim dan sukses bersama akan menambah wawasan

4. Sebelum memulai ada baiknya berkonsultasilah kepada pebisnis sukses untuk menambah semangat kita dalam membangun bisnis, ceritakan tentang hobi anda dan mintalah sedikit masukan.

5. Setelah itu mulailai membuat perencanaan bisnis yang akan kita bangun, mulai dari menciptakan visi bisnis, strategi pasar yang kita tuju karena targernya kebanyakan adalah penggunan hobi yang sama, strategi marketing mulai dari internet dengan membuka website, promisi melalui media cetak,media elektronik (Televisi,Radio) dll.

6. Dan Mulailah membangun bisnis anda, action dan focus diperlukan untuk kesuksesan bisnis.
Semoga Tips ini bermanfaat untuk kita semua yang ingin membangun bisnis berdasarkan hobi.

Dari penjelasan diatas tentunya kita akan selalu menjalin hubungan bisnis dengan siapun. Disitu pula kita akan bersama-sama bekerjasama dalam mengembangkan bisnis. Dalam dunia bisnis diperlukan untuk bermitra baik dalam hal produksi maupun pemasaran. Dan lakukanlah hal yang termudah dahulu, dan ingat kita masih dalam proses.
Contoh dalam mengembangkan dan menjalin mitra bisns anda, yang termudah yaitu dalam bidang pemasaran.Namun dalam hal ini harus kita perhatikan  adalah :

3 Langkah Proses Pemasaran

1) Tentukan target market

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk memasarkan adalah menetapkan target market. Siapa yang menjadi sasaran produk atau jasa anda. Ketahui apa saja kebutuhan dan keinginan target pasar anda.
Boleh saja misalnya anda mengarahkan pada beberapa kelompok target market. Namun perlu diingat, setiap marketing yang sukses harus fokus pada target yang dituju. Fokus pilih sebuah target market pada satu waktu.
Dari sekelompok target market tersebut, temukan juga orang-orang yang punya hasrat lebih pada produk anda. Sebab pada merekalah anda bisa menjual lebih sering dan lebih banyak.

2) Berikan penawaran
 
Langkah kedua pada proses pemasaran adalah penawaran. Pada target market tersebut, sampaikan penawaran anda. Bukan sekedar penawaran biasa, tapi penawaran yang menarik. Dan yang perlu diingat juga yang anda jual sebetulnya adalah nilai manfaatnya.
Misalnya anda anda berjualan jam tangan. Keliru BESAR kalau anda katakan anda berjualan jam tangan. Sebab yang orang beli bukan jam tangan. Orang membeli ketepatan waktu, kenyamanan saat dipakai, keren, trendy dan fashionable.
Agar penawaran anda selalu berhasil, buat penawaran yang tak bisa ditolak. Mainkan bahasa marketing anda secara maksimal. Arahkan pada target market anda. Sebab itulah mengenali target market anda dengan baik amat penting.

3) Media yang dipakai

Langkah ketiga dalam proses pemasaran adalah penting memperhatikan media yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan anda. Kebanyakan orang yang kurang mengerti marketing biasanya akan langsung “melompat” ke bagian ketiga ini. Apa akibatnya?
Akibatnya pemasaran yang mereka lakukan menjadi kurang efektif karena tak tahu siapa yang disasar dan bagaimana memberikan penawaran yang hebat. Karena itu lakukan terlebih dulu dua hal dalam proses pemasaran sebelumnya.
Lalu media apa sebaiknya dipakai? Cari media yang paling efektif untuk menjangkau mereka. Kalau target market anda adalah orang-orang di sekitar rumah anda yang mungkin masih jarang menggunakan internet, tentunya media yang lebih efektif adalah dengan bertatap muka langsung atau dengan selebaran.
Tapi kalau target market anda sudah lebih luas lagi, anda bisa pilih media lainnya, bisa media cetak, radio, televisi, atau internet. Intinya, cari media yang paling mudah untuk menjangkau mereka agar pesan yang ingin anda sampaikan dapat diterima target market.


Bagi anda yang berminat bermitra dengan kami dan kamipun siap untuk menjadi mitra dengan anda  khususnya dalam pemasaran kerajinan produk pulasdesign. Dan bagi yang berminat bermitra, anda bisa menghubungi kami.














Referensi :








close
http://www.pulasdesign.info/?m=0



Senin, 25 Februari 2013

Desain dan Menggambar

Dalam melengkapi suasana ceria mungkin hobi menggambar dan hobi mendesain lebih banyak digandrungi masyarakat pada umumnya. Pada usia kanak-kanakpun menggambar dan mendesain sudah tertanam dengan baik. Ketika kita memberikan pensil terhadap usia kanak-kanak, maka anak akan merespon mencoba mengoreskan pensil tersebut dengan imajinasi yang mereka kenal pada pikiran mereka. Hobi menggambar atau mendesain lebih mudah kita cerna, baik dalam prosesnya maupun dalam komunikatifnya. Objekpun tidak begitu rumit, didepan matapun bisa kita jadikan objek.
Media menggambarpun cukup sederhana, dari mulai alat manual maupun modern. Dan pada saat inipun kedua  alat tersebut masih juga digunakan yang tidak dapat terpisahkan. Dan jangan salah belakangan ini banyak sekali orang memakai media desain baik dalam kepentingan perorangan , umum dan perusahaan. Tidak sedikit pula mereka berangkat dari sekedar hobi  kini menjadi sebuah profesi. Dikarenakan pada dasarnya Hobi yang ditekuni dengan baik akan menjadi keahlian atau skill bahkan menjadi sebuah profesi. Pengalaman adalah guru terbaik yang dapat memotivasi kita yang sedang menjalani sebuah usaha kecil bahkan sebagai  strimulus bagi mereka yang mengalami kegagalan. Akan selalu mencoba lagi, mencoba  dan tidak menyerah.
Kita ambil contoh hobi yang dapat menghasilkan pendapatan misalkan Desain grafis. Cakupan desain grafis cukuplah luas yang dapat menjangkau seluruh bidang. Dimana terdapat  kekuatan dalam penyampaian pesan, sebagai karakter objek, jaringan dan petunjuk. Contohnya Sorang arsitek dalam membangun sebuah bangunan tentunya diperlukan desain grafis sebagai gambaran visualnya. Kemudian sebuah perusahaan dalam mempromosikan produknya menggunakan media desain grafis misalkan melalui iklan Baligho, spanduk, brosur , web internet dan juga televisi.
Disimpulkan bahwa Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain). (menurut Wikipedia).


close
http://www.pulasdesign.info/?m=0



Selasa, 19 Februari 2013

1


Banyak disekitar kita menggunakan waktu luang dengan menyalurkan hobi mereka. Tujuannya  hanya sekedar menghilangkan kejenuhan dan kebosanan pada diri mereka. Dari mulai mengeluarkan uang yang kecil bahkan dengan jumlah yang banyak, dan merekapun rela hanya untuk memanfaatkan waktu luangnya. Menjahit, merajut dan menyulam mungkin bisa dikatakan aktifitas waktu luang yang tujuanpun berbeda-beda tergantung karakteristiknya.
Untuk melakukan aktifitas tersebut merekapun siap untuk membeli peralatan seperti gunting kain, gunting kertas, gunting sulam/ bordir, gunting benang, pendedel untuk melepas jahitan yang salah, jarum tangan untuk membuat berbagai macam tusuk hias sulam, bantal jarum untuk menyimpan jarum tangan, pembidang/raam untuk mengencangkan bahan yang akan disulam, bidal/ tudung jari untuk melindungi jari dari tusukan-tusukan pada waktu menyulam, mata nenek untuk membantu memasukkan benang pada lubang jarum, meteran yang berguna untuk mengukur panjang kain, pensil untuk menggambar pola hiasan, karbon jahit untuk memindahkan pola hiasan yang tergambar pada kertas minyak ke kain. Sedangkan kertas minyak untuk memindahkan pola hiasan yang tergambar pada kertas ke kain.
Hobi harus memiliki karakter tersendiri yang berbeda dengan aktifitas lainnya dan mempunyai nilai. Sebagai contoh adalah menjahit kain Flanel. Kain lanel memiliki corak dan warna tersendiri yang unik, tidak menghilangkan keindahan walaupun ada banyak perpaduan warna.Contoh hasil dari kerajinan menjahit hasil flanel adalah
Bross bunga merah permata
3. Bross bunga merah permata memiliki 2 perpaduan warna dan 1 bola permata. Memiliki karakter yang Elegant.







Dompet Tingker Bel

4. Dompet Tingker bel memiliki 5 perpaduan warna dan memiliki karakter ceria.










Foto 0  Foto 1










.